(Foto dapat dari pinterst :D ada stock baru ganti)
Hidup itu seperti makan nasi padang, "banyak" restoran yang bisa di kunjungi dan setiap restoran menyajikan "berbagai macam" makanan, namun hanya beberapa jenis saja yang selalu kita pilih untuk di nikmati, dan akhirnya jadi "kebiasaan" jadi sebuah "rutinitas."
Ada kala nya kita ingin mencoba sesuatu yang "baru", sesuatu yang berbeda dari biasanya, tidak rutin karena kadang rutinitas bisa sangat "membosankan", ada kalanya kita ingin mencoba sesuatu yang "elite" seperti kepala kakap, atau mungkin sesuatu yang "extreme" dan benar-benar di luar "zona nyaman" kita, mungkin seperti paru atau otak sapi? mungkin saat mencoba kita menyukainya dan itu akan menjadi tambahan dalam menu "rutinitas" kita atau mungkin tidak rutin karena harganya tidak bersahabat? maka biarlah dia menjadi sebuah "hobby" yang kadang-kadang kita cicipi, ada kalanya juga kita tidak menyukai apa yang kita coba, sesuatu yang baru tidak selalu cocok untuk kita, tapi biarlah, tidak kenapa, karena itu akan menjadi sebuah "pengalaman" dan saat orang bertanya apa rasanya, minimal kita bisa bilang, kalau kita sudah pernah "mencobanya" walau tidak menyukai nya.
Nasi Padang terkenal kaya akan "rasa", karena "bumbunya" yang luar biasa banyak jenis, ada yang asin, ada yang gurih, ada yang manis, pedas bahkan pahit terdapat di dalamnya, semua bersatu bersama membentuk sebuah "harmoni rasa" yang memuaskan selera kita.
Kenapa nasi padang dan bukan makanan lain seperti KFC dan sejenisnya? mau tau? karena nasi padang kadang memberikan kita "kejutan" yang menyenangkan seperti "bonus" rendang ukuran besar? potongan ayam jumbo? atau sambal yang pas di mulut, tapi kadang juga memberikan "kejutan yang tidak menyenangkan", contohnya pengen es teh tawar biar tidak terasa eneq, malah di bawakan es teh manis oleh mas nya karena salah dengar, yah tidak masalah, toh cuma beda-beda tipis, ini yang namanya "imbas langsung" ada pula kejutan yang malu-malu, awalnya "sedap", seperti sepiring nasi padang plus ayam sambal balado yang berujung "tidak mengenakkan", karena harus keluar masuk toilet sampai pagi karena kebanyakan sambal.
Tapi apa pun "pengalaman" yang terjadi di nasi padang, kita terus akan kembali, tidak akan pernah kapok walau "pup" semalaman, karena memang sudah kodratnya, sesuatu yang baik, bersanding lurus dengan sesuatu yang tidak baik, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya tertembak pemburu juga, gitu toh? sama seperti hidup kita, baik sesuatu yang menyenangkan atau kurang menyenangkan terjadi, yang bisa kita lakukan hanya terus dan terus kembali, karena pada kenyataannya nasi padang itu indah dengan bumbu-bumbu nya, eh maksudnya hidup itu indah dengan berbagai macam kejutannya, BHAY!
Hidup itu seperti makan nasi padang, "banyak" restoran yang bisa di kunjungi dan setiap restoran menyajikan "berbagai macam" makanan, namun hanya beberapa jenis saja yang selalu kita pilih untuk di nikmati, dan akhirnya jadi "kebiasaan" jadi sebuah "rutinitas."
Ada kala nya kita ingin mencoba sesuatu yang "baru", sesuatu yang berbeda dari biasanya, tidak rutin karena kadang rutinitas bisa sangat "membosankan", ada kalanya kita ingin mencoba sesuatu yang "elite" seperti kepala kakap, atau mungkin sesuatu yang "extreme" dan benar-benar di luar "zona nyaman" kita, mungkin seperti paru atau otak sapi? mungkin saat mencoba kita menyukainya dan itu akan menjadi tambahan dalam menu "rutinitas" kita atau mungkin tidak rutin karena harganya tidak bersahabat? maka biarlah dia menjadi sebuah "hobby" yang kadang-kadang kita cicipi, ada kalanya juga kita tidak menyukai apa yang kita coba, sesuatu yang baru tidak selalu cocok untuk kita, tapi biarlah, tidak kenapa, karena itu akan menjadi sebuah "pengalaman" dan saat orang bertanya apa rasanya, minimal kita bisa bilang, kalau kita sudah pernah "mencobanya" walau tidak menyukai nya.
Nasi Padang terkenal kaya akan "rasa", karena "bumbunya" yang luar biasa banyak jenis, ada yang asin, ada yang gurih, ada yang manis, pedas bahkan pahit terdapat di dalamnya, semua bersatu bersama membentuk sebuah "harmoni rasa" yang memuaskan selera kita.
Kenapa nasi padang dan bukan makanan lain seperti KFC dan sejenisnya? mau tau? karena nasi padang kadang memberikan kita "kejutan" yang menyenangkan seperti "bonus" rendang ukuran besar? potongan ayam jumbo? atau sambal yang pas di mulut, tapi kadang juga memberikan "kejutan yang tidak menyenangkan", contohnya pengen es teh tawar biar tidak terasa eneq, malah di bawakan es teh manis oleh mas nya karena salah dengar, yah tidak masalah, toh cuma beda-beda tipis, ini yang namanya "imbas langsung" ada pula kejutan yang malu-malu, awalnya "sedap", seperti sepiring nasi padang plus ayam sambal balado yang berujung "tidak mengenakkan", karena harus keluar masuk toilet sampai pagi karena kebanyakan sambal.
Tapi apa pun "pengalaman" yang terjadi di nasi padang, kita terus akan kembali, tidak akan pernah kapok walau "pup" semalaman, karena memang sudah kodratnya, sesuatu yang baik, bersanding lurus dengan sesuatu yang tidak baik, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya tertembak pemburu juga, gitu toh? sama seperti hidup kita, baik sesuatu yang menyenangkan atau kurang menyenangkan terjadi, yang bisa kita lakukan hanya terus dan terus kembali, karena pada kenyataannya nasi padang itu indah dengan bumbu-bumbu nya, eh maksudnya hidup itu indah dengan berbagai macam kejutannya, BHAY!

Komentar
Posting Komentar