Langsung ke konten utama

Apakah Anda Hidup?


Belakangan ini entah kebetulan atau memang lagi marak, saya banyak membaca artikel tentang kematian, ada yg bahas alam selanjutnya, ada yang bahas tentang momen trakhir saat meninggal, dan lain sebagainya, namun saya pribadi lebih suka membahas tentang kehidupan, karena menurut saya kehidupan dan kematian tuh satu paket, ga adil banget kalo kematian doanx yang di bahas, lagipula, kematian itu global, ngak special, ngak ajaib, smua yang hidup bakalan ketemu yang namanya kematian, mati itu wajar kok, ga aneh, sudah kodratnya, tapi apakah kita sudah benar2 hidup?

Kalau mau di bahas secara gamblang, hidup itu simpel bgt, selama bernapas, bergerak, atau mengkonsumsi sesuatu ya artinya hidup, tapi yang pengen saya bahas di sini, apakah kita benar - benar hidup dalam kehidupan ini? apakah kita sudah melakukan apa yang kita ingin kan? apakah kita sudah hidup sesuai yang kita mau? atau selama ini kita tidak benar-benar hidup karena di paksa atau terpaksa menjalani kehidupan orang lain?

Pertanyaan - pertanyaan seperti itu muncul di kepala saya saat saya mikir tentang apa sih sebenarnya kehidupan itu, apa kah saya sudah benar-benar menjalani hidup "saya" bukan hidup yang di rancang oleh orang lain? sepertinya kebanyakan dari kita tidak melakukan itu, mungkin bukan karena di paksa, namun karena berbagai macam alasan seperti tanggung jawab atau doktrin-doktrin yang di tanamkan dari kecil, tanggung jawab itu penting, doktrin tidak bisa di hilangkan, namun saat kita sudah dewasa seperti saat ini, apa kita masih tidak berani untuk benar-benar hidup? hidup untuk kehidupan kita? bukan hidup untuk orang lain, siapapun itu, karena ingat seperti yang di bahas di awal, kematian akan menghampiri semua makhluk hidup, perpisahan bukan pilihan namun sudah di gariskan, apakah sampai saat itu tiba kita tetap masih menjalani kehidupan yang bukan "kehidupan pilihan kita sendiri" atau sekarang saatnya untuk memilih? memilih untuk benar-benar hidup, mengejar kehidupan kita sendiri, bukan kehidupan yang di rancang sedemikian rupa hingga menyerupai hidup kita padahal ini bukan?

seperti penutup-penutup seminar tidak berguna lain nya, saya akan menutup dengan kata "Semua saya kembalikan kepada anda, pikirkanlah, karena ini hidup anda" dan terima kasih karena anda telah meluangkan beberapa menit waktu anda untuk membaca tulisan saya yang hanya menambah pertanyaan dalam hidup anda tanpa menawarkan solusi apa-apa, BHAY!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Kabar?

Pertanyaan paling bodoh dan tidak penting buat saya, ya itu dia, apa kabar, smua orang menjawab baik, karena memang begitu etikanya, sudah semacam pertanyataan retoris, pertanyaan yang sebenarnya ga perlu di jawab, karena jawab nya memang sudah ada. Jujur, sebenarnya jawaban nya banyak, ga cuma baik saja, bisa juga kita berkata kalau kita ga lagi baik-baik saja, bisa juga bilang lagi banyak masalah, bisa juga bilang lagi bahagia, cuman rasanya lebih mudah menjawab dengan kata "baik" karena kita tau, orang yang bertanya apa kabar jarang ada yang tulus, biasanya hanya basa basi, kalau pun tulus, tidak ada gunanya bercerita lebih, toh si penanya juga tidak akan mengerti, karena pada akhirnya, masalah selesai karena diri sendiri.

Mana Tau Saya Amnesia

Catatan kecil untuk saya sendiri, mana tau saya amnesia kan? sayang pemikiran-pemikiran ga penting plus ga logis saya tiba2 hilang, lagian udah kangen juga nulis, tp karena bingung konten dan planing, akhirnya bikin blog ga jelas begini, mau di sebut apa juga bingung, jurnal? diary? catatan? pengingat? ntah lah apa saja sebenarnya boleh. sebenarnya sudah cukup lama pangen bikin blog lagi setelah blog yang pertama di tinggalkan karena berbagai alasan, tp lagi males untuk bikin sesuatu yang serius, jadi ya sudah lah... oh ya buat diri saya sendiri lagi yang siapa tau kena amnesia, saat ini saya fotografer dan traveler, cuman lg fokus ke fotografi sih, mana tau situ lupa kan, wkwkkw (eh namanya amnesia mah lupa yah, malah mungkin ga ingat blog ini, cuman ya sudah lah) Buat yang ga kenal saya dan ga sengaja nyasar ke sini ntah karena apa, Halo juga! nama saya Steven, saya seorang... seorang kapiten? #garingsekali ngak2 saya fotografer, tp mau di bilang jago juga ngak, cuman mau di b...

Titik Terendah

(foto random saja, yg pertama ketemu aja udah) Terkadang ada saatnya kita harus menyentuh titik terendah dulu untuk memulai kembali, rasanya di satu sisi ingin menyerah, di sisi lain rasanya ingin berusaha lebih keras, saat tidak ada tempat lagi untuk berlari atau bersembunyi, pilihan yg tersisa hanya berdiri, berusaha berdiri lebih kokoh dari biasanya, agar tidak goyah saat kesulitan menerpa. Rasanya semuanya sudah gila, semua kacau balau, bahkan menulis pun perlu drama, kalau tidak ada drama ya tidak ada kisah, tidak seperti dulu, hal positive jadi cerita, hal negatif jadi sampah, sekarang malah terbalik, hal negatif jadi cerita, hal positive... tidak ada sepertinya, hahahha.... Terkadang rasanya ingin mengutarakan pendapat, meneriakan keinginan, dan berjalan dengan gagah melawan arah, tapi di waktu yg berbeda, rasanya cuma "yahhh.. sudah lah" sepertinya semakin dewasa bukan semakin mengerti, tapi semakin tidak peduli, sudah tidak ada yg penting lagi rasanya. ...