Langsung ke konten utama

Zombie Apocalypse



Yoo! Kemaren pas maen ke rumah Sohib gua dan ntah apa yang terjadi obrolan kami nyasar ke zombie apocalypse, dan kek biasa, kami ngebahas hal yang kurang penting itu seakan-akan ntar malam bakal zombie apocalypse, sampai bawa2 hal ilmiah seperti berapa lama zombie bisa bertahan di daerah tropis seperti indonesia, keputusan militer profesional seperti siapa yang harus di korbankan duluan, cara bertahan hidup serta membangun kembali kehidupan yang sudah hancur, setelah pulang kerumah sempat lupa sih, tapi tadi teringat kembali, dan hal itu membuat saya berpikir dengan serius (cieee serius) apa yang harus kita lakukan saat zombie apocalypse terjadi, semoga berguna yah buat lu lu pada, hahahha~

Peraturan pertama, saat zombie outbreak terjadi, percayalah, hal pertama yang harus anda lakukan bukan keluar untuk mencari makanan seperti di film2, yang harus anda lakukan adalah kunci pintu rumah anda dan bersembunyi, percayalah itu yang terbaik, karena pada saat zombie breakout akan terjadi kepanikan besar-besaran, smua orang akan menyerbu supermarket atau pusat makanan lainnya, penjarahan dan kerusuhan sudah bisa di pastikan terjadi, jadi di hari pertama jika anda keluar, kemungkinan mati karena manusia lain jauh lebih tinggi dari pada karena zombie, walau anda beralasan anda tidak punya stock makanan di rumah, tenang, manusia tidak akan mati kalau cuma sehari ga makan, lemak dalam tubuh akan membantu, kelaparan iya, mati ngak. selain sembunyi, di dalam rumah usahakan untuk menampung air dari keran sebanyak2nya, karena dalam beberapa jam kedepan air akan tercemar dengan darah zombie atau infected yang menyebabkan air tersebut tidak dapat di minum.

Setelah satu atau dua hari saat kondisi jauh lebih tenang, baru anda keluar ke jalanan, berusaha lah mencari makanan di berbagai lokasi di sekitar anda, mulai dari rumah-rumah tetangga sampai mini market, di saat itu sudah tidak ada kata mencuri dan sebagainya, yang ada hanya bertahan hidup, ambil sebanyak mungkin makanan kaleng yang masih tersegel, jangan makanan yang sudah terpapar karena kita tidak tau sudah terkena virus atau belum, oh iya sebelum keluar gulung tangan anda dengan kertas atau majalah tebal, seperti protektor pelatihan anjing (ide nya dari world war Z) pada saat anda di kejar, lari secepat mungkin, jika tidak memungkinkan gunakan protektor yang ada di tangan anda untuk mendorong balik zombie yang mendekati anda, dan skali lagi, lari! oh iya sebisa mungkin coba mengontak teman anda yang bisa anda percaya, janjian untuk bertemu di suatu tempat, usahakan gedung tinggi dengan akses sedikit, seperti apartemen yang cuma memiliki 1 lift dan tangga darurat, karena zombie tidak mampu berpikir mereka hanya bisa mendorong, bukan menarik, dan pintu darurat selalu di design di buka ke dalam, bukan keluar.

untuk kita yang di indonesia, kita cukup beruntung, di iklim tropis tubuh manusia yang terkena necrosis paling lama hanya akan bertahan sekitar seminggu sebelum membusuk, apa lagi dengan tingkat serangga yang cukup besar di daerah tropis, terutama lalat yang membantu percepatan pembusukan dengan memasukan telur nya ( makasih lho lalat ) jadi jangan berusaha mencari sumber makanan berlebih, karena setiap detik anda berada di jalanan, nyawa anda akan semakin terancam, berusahalah untuk menghemat makanan anda, bagi jatah menjadi beberapa hari makan, manusia bisa bertahan hidup selama kalori mencukupi, jadi tenang saja, selama anda makan sedikit dan minum, anda tidak akan mati kelaparan.

ok itu dulu sih cara bertahan hidup di minggu pertama zombie outbreak, dan semoga dalam seminggu masalah sudah selesai, tapi kalau saya ada kepikiran hal-hal lain akan saya sharing di sini, semoga berguna ya gaes! bhay!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Kabar?

Pertanyaan paling bodoh dan tidak penting buat saya, ya itu dia, apa kabar, smua orang menjawab baik, karena memang begitu etikanya, sudah semacam pertanyataan retoris, pertanyaan yang sebenarnya ga perlu di jawab, karena jawab nya memang sudah ada. Jujur, sebenarnya jawaban nya banyak, ga cuma baik saja, bisa juga kita berkata kalau kita ga lagi baik-baik saja, bisa juga bilang lagi banyak masalah, bisa juga bilang lagi bahagia, cuman rasanya lebih mudah menjawab dengan kata "baik" karena kita tau, orang yang bertanya apa kabar jarang ada yang tulus, biasanya hanya basa basi, kalau pun tulus, tidak ada gunanya bercerita lebih, toh si penanya juga tidak akan mengerti, karena pada akhirnya, masalah selesai karena diri sendiri.

Mana Tau Saya Amnesia

Catatan kecil untuk saya sendiri, mana tau saya amnesia kan? sayang pemikiran-pemikiran ga penting plus ga logis saya tiba2 hilang, lagian udah kangen juga nulis, tp karena bingung konten dan planing, akhirnya bikin blog ga jelas begini, mau di sebut apa juga bingung, jurnal? diary? catatan? pengingat? ntah lah apa saja sebenarnya boleh. sebenarnya sudah cukup lama pangen bikin blog lagi setelah blog yang pertama di tinggalkan karena berbagai alasan, tp lagi males untuk bikin sesuatu yang serius, jadi ya sudah lah... oh ya buat diri saya sendiri lagi yang siapa tau kena amnesia, saat ini saya fotografer dan traveler, cuman lg fokus ke fotografi sih, mana tau situ lupa kan, wkwkkw (eh namanya amnesia mah lupa yah, malah mungkin ga ingat blog ini, cuman ya sudah lah) Buat yang ga kenal saya dan ga sengaja nyasar ke sini ntah karena apa, Halo juga! nama saya Steven, saya seorang... seorang kapiten? #garingsekali ngak2 saya fotografer, tp mau di bilang jago juga ngak, cuman mau di b...

Titik Terendah

(foto random saja, yg pertama ketemu aja udah) Terkadang ada saatnya kita harus menyentuh titik terendah dulu untuk memulai kembali, rasanya di satu sisi ingin menyerah, di sisi lain rasanya ingin berusaha lebih keras, saat tidak ada tempat lagi untuk berlari atau bersembunyi, pilihan yg tersisa hanya berdiri, berusaha berdiri lebih kokoh dari biasanya, agar tidak goyah saat kesulitan menerpa. Rasanya semuanya sudah gila, semua kacau balau, bahkan menulis pun perlu drama, kalau tidak ada drama ya tidak ada kisah, tidak seperti dulu, hal positive jadi cerita, hal negatif jadi sampah, sekarang malah terbalik, hal negatif jadi cerita, hal positive... tidak ada sepertinya, hahahha.... Terkadang rasanya ingin mengutarakan pendapat, meneriakan keinginan, dan berjalan dengan gagah melawan arah, tapi di waktu yg berbeda, rasanya cuma "yahhh.. sudah lah" sepertinya semakin dewasa bukan semakin mengerti, tapi semakin tidak peduli, sudah tidak ada yg penting lagi rasanya. ...