Langsung ke konten utama

Galeri Gratis di Jakarta


Yo! Semalam sesuatu berubah dalam sudut pandang gua, ternyata gua menikmati macetnya jakarta gaes! macet yang selama ini menjadi momok yang menyebalkan, melelahkan dan kalau bisa pengen di injek2 dan di tendang jauh2, ternyata gua menikmatinya... awalnya gua tidak menyadarinya juga sih, gua menikmatinya dengan begitu alami, di kemacetan itu tanpa sadar gua terus memperhatikan sekitar, memperhatikan ekspresi orang2 asing dan meresapi kegiatan2 yang mereka lakukan, dan pada saat gua tersadar, suatu pikiran masuk ke dalam otak gua, gua tiba2 berpikir, "wahh apa yang slama ini gua lewatkan dengan ngedumel sambil berkendara? gua melewatkan tiket galeri gratis yang di hadirkan oleh kota jakarta"

Setelah menyadari hal tersebut, ternyata macet itu tidak separah yang setiap hari gua pikirkan, slama ini gua cuma bisa ngedumel kalau macet, tidak sabar mau sampai, dan berusaha maju secepat2nya, kemarin sore semua berubah, gua menikmatinya, menikmati berbagai macam karya yang di hadirkan dalam Galeri macet, berbagai ekspresi di tampilkan, muka orang kesal, sebal, lelah, wajah mesum bapak2 lihat paha cewe pakai rok di motor depannya, muka anak muda mencoba tidak peduli dengan nonton youtube di Hape, wajah tenang seorang bapak tua yang tertidur di halte, dan tertawa lepas nya Sang pengumpul botol bekas yang terlihat lebih bahagia dari pada yang duduk di dalam mobil, gua juga nemuin quote di jaket orang di depan gua, yang tulisannya "Winner never quit, quitter never win" cukup menginspirasi...

Galeri ini juga menyediakan berbagai kegiatan yang ternyata cukup menarik tapi tidak pernah benar-benar kita perhatikan, ibu2 yang naik kopaja, termenung sambil menggendong anaknya, beberapa karyawati yang ngobrol seru di halte, seorang bapak2 yang mendorong motornya yang mogok dengan muka tersenyum, seorang perempuan jalan dengan santainya padahal BH hitam nya menyeplak di baju putihnya yang tipis, bahkan seorang sopir kopaja yang kencing di pintu mobilnya, astaga... begitu juga nomor plat yang keren-keren dan aneh, seperti B 168 OSS, B 8080 YU, B 1 NAL, BH 1208 EK, B 171 LO, B 15 ML, gila, dan mungkin masih banyak lagi tapi ga gua temuin, atau slama ini gua temuin, tapi gua ga perhatiin karena saking sibuknya ngedumel, bahkan masih banyak lagi hal2 simpel namun menarik yang lolos begitu saja, bahkan kita sering lupa kalau dalam keadaan seperti itu, langit tetap biru dan begitu indah, banyak hal yang kita lewatkan saat kita merasa kesal di kemacetan yang padahal tidak dapat kita hindari...

Jadi Felas, cobalah untuk sedikit lebih menikmati kemacetan anda, karena selain perjalanan lebih tidak berasa, ternyata setiap hari di tengah kepadatan kota Jakarta yang indah ini, kita selalu di undang ke Sebuah Galeri raksasa yang menampilkan mahakarya, di mana segala macam seni ekspresi berkumpul menjadi satu, jadi mulai saat ini akankah kita tetap menjadi pajangan di galeri raksasa ini, atau menganti kacamata kita dan ikut menjadi penikmat Galeri Gratis Kota Jakarta yang slama ini tiketnya kita tolak begitu saja?





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Kabar?

Pertanyaan paling bodoh dan tidak penting buat saya, ya itu dia, apa kabar, smua orang menjawab baik, karena memang begitu etikanya, sudah semacam pertanyataan retoris, pertanyaan yang sebenarnya ga perlu di jawab, karena jawab nya memang sudah ada. Jujur, sebenarnya jawaban nya banyak, ga cuma baik saja, bisa juga kita berkata kalau kita ga lagi baik-baik saja, bisa juga bilang lagi banyak masalah, bisa juga bilang lagi bahagia, cuman rasanya lebih mudah menjawab dengan kata "baik" karena kita tau, orang yang bertanya apa kabar jarang ada yang tulus, biasanya hanya basa basi, kalau pun tulus, tidak ada gunanya bercerita lebih, toh si penanya juga tidak akan mengerti, karena pada akhirnya, masalah selesai karena diri sendiri.

Mana Tau Saya Amnesia

Catatan kecil untuk saya sendiri, mana tau saya amnesia kan? sayang pemikiran-pemikiran ga penting plus ga logis saya tiba2 hilang, lagian udah kangen juga nulis, tp karena bingung konten dan planing, akhirnya bikin blog ga jelas begini, mau di sebut apa juga bingung, jurnal? diary? catatan? pengingat? ntah lah apa saja sebenarnya boleh. sebenarnya sudah cukup lama pangen bikin blog lagi setelah blog yang pertama di tinggalkan karena berbagai alasan, tp lagi males untuk bikin sesuatu yang serius, jadi ya sudah lah... oh ya buat diri saya sendiri lagi yang siapa tau kena amnesia, saat ini saya fotografer dan traveler, cuman lg fokus ke fotografi sih, mana tau situ lupa kan, wkwkkw (eh namanya amnesia mah lupa yah, malah mungkin ga ingat blog ini, cuman ya sudah lah) Buat yang ga kenal saya dan ga sengaja nyasar ke sini ntah karena apa, Halo juga! nama saya Steven, saya seorang... seorang kapiten? #garingsekali ngak2 saya fotografer, tp mau di bilang jago juga ngak, cuman mau di b...

Titik Terendah

(foto random saja, yg pertama ketemu aja udah) Terkadang ada saatnya kita harus menyentuh titik terendah dulu untuk memulai kembali, rasanya di satu sisi ingin menyerah, di sisi lain rasanya ingin berusaha lebih keras, saat tidak ada tempat lagi untuk berlari atau bersembunyi, pilihan yg tersisa hanya berdiri, berusaha berdiri lebih kokoh dari biasanya, agar tidak goyah saat kesulitan menerpa. Rasanya semuanya sudah gila, semua kacau balau, bahkan menulis pun perlu drama, kalau tidak ada drama ya tidak ada kisah, tidak seperti dulu, hal positive jadi cerita, hal negatif jadi sampah, sekarang malah terbalik, hal negatif jadi cerita, hal positive... tidak ada sepertinya, hahahha.... Terkadang rasanya ingin mengutarakan pendapat, meneriakan keinginan, dan berjalan dengan gagah melawan arah, tapi di waktu yg berbeda, rasanya cuma "yahhh.. sudah lah" sepertinya semakin dewasa bukan semakin mengerti, tapi semakin tidak peduli, sudah tidak ada yg penting lagi rasanya. ...