Barusan baca 1 kalimat yang membuat ku banyak perpikir, kalimat itu adalah "Lahir dari Rahim ibu, hidup dari perkataan orang" kalau di pikir2 ada benar nya, kita manusia sebagai makhluk sosial terlahir di dalam penjara yang tidak di sadari oleh orang2, penjara verbal, penjara harapan, penjara keinginan, kata orang, harapan orang dan tentu saja keinginan orang.
kepikiran lagi, mungkin karena ini juga kita jadi ga paham sama diri sendiri, ga bisa maafin diri sendiri, mau gimana lagi? dari kecil kita di design sama tatanan dunia untuk menjadi sesuatu, sesuatu yang munkin bukan kita, pilihan apa sih yang kita punya? kita di paksa untuk baik, di paksa untuk tidak mengecewakan, di paksa untuk berhasil, di paksa untuk sukses tanpa mereka mau tahu apa yang kita mau atau apa yang sebenarnya kita butuh. Pertanyaan2 tolol yang sebenarnya ga pantas mereka tanyakan seperti urusan Asmara, Perkerjaan, Pendidikan, bahkan Tingkat kemapanan, kita di nilai bukan dari siapa kita, tapi kita di nilai berdasarkan apa yang kita punya di bandingkan dengan orang lain di sekitar kita.
Kita di godok sedemikian rupa dari kecil bahkan sampai di satu titik kita tidak lagi kenal siapa diri kita, katanya sih sekolah tinggi agar bisa ngejar cita - cita, cita - cita nya siapa? kadang bukan punya kita, ga heran kalau kadang kita lebih kenal orang lain dari pada diri kita sendiri, lebih gampang memaafkan orang lain dari pada diri kita sendiri, lebih gampang percaya dengan orang lain dari pada diri kita sendiri, padahal terkadang kesalahan yang diri kita lakukan bukan karena kita, mereka yang berbuat salah kita yang di hukum, mereka yang berharap kita yang terbeban dengan harapan itu, tapi apa yang kita bisa lakukan? kita hanya manusia, kita makhluk sosial, kita hidup di dunia Penjara Raksasa, namun jarang ada yang merasa.

Komentar
Posting Komentar