Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Apa Kabar?

Pertanyaan paling bodoh dan tidak penting buat saya, ya itu dia, apa kabar, smua orang menjawab baik, karena memang begitu etikanya, sudah semacam pertanyataan retoris, pertanyaan yang sebenarnya ga perlu di jawab, karena jawab nya memang sudah ada. Jujur, sebenarnya jawaban nya banyak, ga cuma baik saja, bisa juga kita berkata kalau kita ga lagi baik-baik saja, bisa juga bilang lagi banyak masalah, bisa juga bilang lagi bahagia, cuman rasanya lebih mudah menjawab dengan kata "baik" karena kita tau, orang yang bertanya apa kabar jarang ada yang tulus, biasanya hanya basa basi, kalau pun tulus, tidak ada gunanya bercerita lebih, toh si penanya juga tidak akan mengerti, karena pada akhirnya, masalah selesai karena diri sendiri.

New Normal, cihh... ee kuda

New Normal, sebuah kata-kata yang indah, membuat smuanya seakan baik-baik saja, buat saya kata new normal sama saja seperti kata "turut berduka cita" saat ke tempat orang meninggal, ga ada guna nya, pada kenyataan nya lu ga "turut" lu ga benar - benar merasakan apa yang mereka rasakan, pada akhirnya toh yang meninggal tetap meninggal, cuma kata - kata penghiburan kosong yang ga ada artinya New Normal itu di tangkap sama orang-orang kalo smua dah baik-baik saja, sudah normal, padahal ngak men, itu cuma kata - kata penghiburan, biar lu ga galau-galau amat, pada kenyataan nya kita tetap di tengah pandemi anjir, dan lu musti tau, semua pencegahan musti tetap di lakukan, ntah pake masker, social distancing dan lain sebagai nya yang gua juga ga jelas apa, yang pasti bukan ngumpul waktu CFD ampe rame ato maen ke mall macam orang kampung ga pernah ke mall Cuman di pikir-pikir lagi memang ada beberapa hal positif juga sih yg terjadi, kyk orang2 lebih rajin cuci tanga...

Penjara Raksasa

Barusan baca 1 kalimat yang membuat ku banyak perpikir, kalimat itu adalah "Lahir dari Rahim ibu, hidup dari perkataan orang" kalau di pikir2 ada benar nya, kita manusia sebagai makhluk sosial terlahir di dalam penjara yang tidak di sadari oleh orang2, penjara verbal, penjara harapan, penjara keinginan, kata orang, harapan orang dan tentu saja keinginan orang. kepikiran lagi, mungkin karena ini juga kita jadi ga paham sama diri sendiri, ga bisa maafin diri sendiri, mau gimana lagi? dari kecil kita di design sama tatanan dunia untuk menjadi sesuatu, sesuatu yang munkin bukan kita, pilihan apa sih yang kita punya? kita di paksa untuk baik, di paksa untuk tidak mengecewakan, di paksa untuk berhasil, di paksa untuk sukses tanpa mereka mau tahu apa yang kita mau atau apa yang sebenarnya kita butuh. Pertanyaan2 tolol yang sebenarnya ga pantas mereka tanyakan seperti urusan Asmara, Perkerjaan, Pendidikan, bahkan Tingkat kemapanan, kita di nilai bukan dari siapa kita, tapi kita...